Sistem ketertelusuran end-to-end terintegrasi dari benih hingga panen. Menggabungkan regulasi pemerintah dengan teknologi **Blockchain, IoT (RFID), dan IPFS** untuk memberantas benih ilegal.
Mendukung Regulasi & Dipercaya Oleh (Ilustrasi)
Sistem yang dirancang tidak hanya untuk satu pihak, melainkan mengintegrasikan kebutuhan Pemerintah, Produsen, Petani, dan Perusahaan dalam satu buku besar yang transparan.
Pengawasan nasional secara real-time. Memudahkan Pengawas Benih Tanaman (PBT) dalam memeriksa dan menyetujui LHP digital tanpa celah pemalsuan dokumen.
Melindungi reputasi merek dari benih palsu. Mempercepat proses pengajuan perizinan dan sertifikasi ke instansi terkait melalui portal digital terpadu.
Memberikan kepastian 100% bahwa benih asli dan unggul. Menjamin potensi produktivitas panen optimal (8-9 Ton/Ha) tanpa rasa takut tertipu benih ilegal.
Memastikan rantai pasok bebas konflik. Mendukung penuh laporan keberlanjutan (ESG) dan standar sertifikasi ISPO/RSPO dengan data mutlak.
Sebuah Command Center komprehensif untuk menyetujui dokumen, memantau peredaran benih secara nasional, dan menganalisa titik rawan pemalsuan.
Aplikasi mobile Sawit Trace dirancang spesifik untuk petugas PBT dan Petani di lapangan. Tampilan responsif dan fitur offline-ready untuk area perkebunan dengan sinyal minim.
Petani cukup arahkan kamera ke label benih. PBT dapat menggunakan NFC smartphone untuk memindai chip RFID pada wadah.
Petugas mengisi form inspeksi langsung di lapangan. Foto kondisi benih otomatis tersimpan dengan metadata GPS dan waktu.
Data yang diinput saat offline akan otomatis diunggah ke Blockchain (Fabric) & IPFS segera setelah mendapat koneksi internet.
Arahkan kamera ke QR Code / Tap RFID
Membangun kepercayaan tanpa batas (*trustless trust*) melalui perpaduan perangkat keras IoT dan jaringan Web3 terdesentralisasi.
Pencatatan otomatis untuk setiap pergerakan logistik benih. Setiap *batch* dipasangi Tag fisik yang dipindai di setiap *checkpoint* (Gudang, Truk, Kebun).
Penyimpanan berkas ukuran besar (Foto LHP, Dokumen Izin) yang tidak terpusat di satu server, menerbitkan CID (*Content Identifier*) berupa hash unik.
Jaringan Enterprise Blockchain privat untuk mencatat semua transaksi logistik dan hash dokumen dengan kontrol hak akses (Permissioned) yang ketat.
Produsen mencetak benih, memasang Tag RFID, dan mengunggah dokumen asal-usul. Data masuk IPFS, lalu dicatat ke Fabric.
Produsen mencetak benih, memasang Tag RFID, dan mengunggah dokumen asal-usul. Data masuk IPFS, lalu dicatat ke Fabric.
Petugas pemerintah (PBT) inspeksi lapangan via Aplikasi Mobile. Form LHP digital disetujui, di-hash ke IPFS, dan status Certified dikunci di Blockchain.
Petugas pemerintah (PBT) inspeksi lapangan via Aplikasi Mobile. Form LHP digital disetujui, di-hash ke IPFS, dan status Certified dikunci di Blockchain.
Benih dimuat. Gerbang gudang dengan RFID Reader mencatat perpindahan stok secara real-time ke *ledger* tanpa input manual manusia.
Benih dimuat. Gerbang gudang dengan RFID Reader mencatat perpindahan stok secara real-time ke ledger tanpa input manual manusia.
Petani/Perusahaan menerima benih, memindai label QR Code dengan aplikasi Sawit Trace. Sistem mencocokkan hash IPFS dan riwayat Fabric untuk menjamin keaslian.
Petani/Perusahaan menerima benih, memindai label QR Code dengan aplikasi Sawit Trace. Sistem mencocokkan hash IPFS dan riwayat Fabric untuk menjamin keaslian.
QR Code biasa sangat mudah difotokopi atau digandakan oleh pemalsu. Sawit Trace menggunakan Autentikasi Dua Lapis. QR Code kami terhubung langsung ke Blockchain dan dicocokkan dengan Tag RFID fisik di karung. Jika ada yang mencoba memalsukan QR, sistem akan langsung menolaknya karena riwayat logistik hash tidak cocok.
Aplikasi Mobile kami dilengkapi fitur Offline-First. Petani dan Petugas (PBT) tetap dapat memindai RFID dan mengisi form LHP di area tanpa sinyal. Data akan disimpan aman di memori perangkat, dan otomatis tersinkronisasi (*auto-upload*) ke Blockchain begitu *smartphone* mendeteksi koneksi internet/Wi-Fi.
Dokumen sertifikasi yang sah rentan dimanipulasi (diedit menggunakan Photoshop). IPFS menyimpan file secara terdesentralisasi dan menghasilkan CID (Hash unik). Apabila ada oknum yang mengubah 1 piksel saja pada dokumen LHP, hash tersebut akan berubah total, dan Blockchain akan mendeteksi dokumen tersebut tidak valid.